Pengurus Fosei Periode 2015

Ekonom Rabbani ....BISA!!!.

Senin, 05 November 2018

PEMBIAYAAN USAHA MIKRO MELALUI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH

Ditulis Oleh : General Event Department
Sistem Ekonomi merupakan suatu cara untuk mengatur dan mengorganiasikan segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.
Sistem Ekonomi Islam sendiri berarti suatu ilmu dan aplikasi petunjuk dan aturan syari’ah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya material agar memenui kebutuhan manusia dan agar dapat menjalankan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat. (Hasanuzzaman,1986;hlm. 18).
Lemahnya posisi awar menawar ekonomi islam di Indonesia dan ketidakmampuan untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang ada, telah menyababkan posisi umat islam sangat lemah dan seringkali terpinggirkan dalam proses pembangunan. Membangun sumberdaya ekonomi adalah sebuah  keharusan sebagai upaya untuk merancang masa depan perekonomian umat.
Dan faktanya menunujukkan bahwa hampir 90 persen pelaku usaha ekonomi berskala kecil adalah umat islam. Namun yang disayangkan dari keseluruhan usaha mikro yang ada di Indonesia, dapat dikatakan umat islam masih belum memiliki institutusi yang  kuat, mapan, dan bebas dari intervensi manapun. Untuk itu, pengembangan usaha mikro umat pun harus mendapatkan perhatian dari kita semua. Salah satunya, dengan pembentukan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Lembaga Keuangan Mikro Syariah adalah Lembaga Keuangan yang khusus didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pngembangan usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan.
Namun pada saat ini Indoenesia sedang mengalami ketimpangan antara fokus dan perhatian prospek pengembagan ekonomi umat yang hanya bergantung pada sektor  perbankan dan institusi finansial lainnya yang sifatnya menengah keatas dibandingkan untuk sektor kecil seperti UMKM. Akibatnya, arah pengembangan usaha mikro menjadi tidak seimbang. Padahal seharusnya, melalui pengembangan usaha mikro inilah landasan penataan perekonomian masyarakat beserta infrastrukturnya dibangun dan diperkuat. Dan seharusnya pemerintah lebih memperhatikan pengembangan sektor UMKM ini secara lebih serius.
Keberadaan UMKM tidak dapat dilepaskan dari keberadaan lembaga keuangan mikro (LKM). Di Indonesia, LKM dapat dikategorikan kedalam dua kelompok, yaitu yang bersifat formal dan informal. Lembaga yag bersifat formal ada yang berbentuk bank dan lembaga non-bank (BPRS). Sedangkan LKM yang bersifat informal biasanya berbentuk lembaga swadaya masyarakat, kelompok swadaya masyarakat, baitul maal wat tamwil (BMT), serta berbagai institusi yang pengelolaan ditangai langsung oleh masyarakat.
Hingga tahun 2002, jumlah LKM dari berbagai jenis yang beroperasi secara aktif di Indonesia mencapai sekitar 53 ribu unit. Namun demikian dari jumlah tersebut, lembaga yang beroperasi dengan menggunakan prinsip syariah masih sangat kecil. Jumlah nasabah yang dilayani LKM melebihi 17 juta orang, sedangkan numlah kredit mikro yang telah disalurkan mencapai lebih dari 16 triliun rupiah.
Dilihat dari potensi dan sumber pendanaan yang sudah berjalan, sebenarnya LKMS memiliki potensi pembiayaan dan pengelolaan dana ekonomi umat yang cukup besar. Jika pengelolaannya bisa dilakukan secara terpadu antar instansi keuangan syariah, maka hal tersebut akan menjadi sumber kekuatan yang sangat besar terhadap pengembangan sektor UMKM yang ada di Indonesia.
Salah satu lembaga keuangan mikro syariah yang ada di Indonesia, yaitu bank islam atau bank syariah. Bank Islam atau biasa disebut dengan Bank Syariah adalah bank  yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank Syariah adalah bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan).
Untuk menghindari pengoperasian bank dengan sistem bunga, Islam memperkenalkan prinsip-prinsip muamalah Islam. Dengan kata lain, Bank Islam lahir sebagai salah satu solusi alternatif terhadap persoalan pertentangan antara bunga bank dengan riba. Dengan demikian, kerinduan umat Islam Indonesia yang ingin melepaskan diri dari persoalan riba telah mendapat jawaban dengan lahirnya bank Islam.
Di Indonesia sendiri sudah banyak bank-bank syariah yang dimana dalam melakukan usaha-usahanya salah satunya meghimpun dana dari masyarakat dan mengakomodasi pembiayaan terhadap usaha mikro (UMKM). Contohnya, ada bank mandiri syariah, bank BRI syariah, bank BCA syariah, dll. Melalui perbankan syariah, proses untuk pembiayaannya yang terbilang mudah merupakan salah satu keunggulannya dalam membantu masyarakat untuk membiayai permodalan dalam usaha mikronya.
Melihat gambaran umum masyarakat yang sampai saat ini masih sangat membutuhkan pembiayaan sebagai tambahan dana baik untuk modal usaha, konsumsi, investasi, maupun membeli barang-barang yang dibutuhkan. Maka keberadaan lembaga keuangan sangat membantu masyarakat. Lembaga keuangan berbasis syariah diharapkan bisa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama islam salah satunya bank syariah. Dan lembaga keuangan mikro syariah merupakan institusi yang diharapkan dapat memberi jawaban terhadap persoalan ekonomi.


WANITA DAN KARIER DALAM PERSRPEKTIF ISLAM

Ditulis Oleh : Astri Siti A. (Research Departement)
      Wanita  merupakan bagian dari kehidupan sehari –hari, tanpa wanita dunia ini tidak akan berjalan dengan lancar.  Bahkan cikal bakal suatu negara di tentukan oleh seorang wanita. Namun, masih banyak yang beranggapan bahwa tugas seorang wanita adalah dirumah mengurus rumah, anak, dan suami. Bagaimanakan pandangan islam mengenai seorang wanita yang bekerja di luar rumah?.
Dari sumber yang pernah penulis baca tidak ada dalil yang mengatakan bahwa wanita tidak boleh bekerja dengan hanya mewajibkanya dirumah saja. Meski ajaran Islam sangat menganjurkan perempuan untuk menjaga keluarga dan rumah tangganya, namun hal tersebut tidak menghalanginya untuk berperan aktif dalam membangun dan memberdayakan masyarakat bersama-sama dengan lelaki dalam kehidupan nyata tanpa melalaikan tugas dan menjaga rumah tangga. Alquran dalam banyak ayat menegaskan bahwa kewajiban bekerja berlaku bagi manusia laki-laki dan perempuan. “Jika kamu selesai shalat , segeralah bertebaran di muka bumi untuk mencari anugrah Allah dan sering-seringlah mengingat Allah supaya kamu beruntung”. (QS. Al jumu’ah : 10).
Sejak dulu sebenarnya sudah ada yang bekerja contohnya sebelum menikah dengan rosulullah kadijah adalah seorang pebisnis,kemudian tiadak hanya itu putri nabi syu’aib menjadi penggembala kambing – kambing di padang. Kemudian ratu Bilqis yang terkenal dengan kepemimpianya  di bidang politik. Sepeninggalan Rasulullah, Aisya adalah guru dari para sahabat yang mampu memberikan penjelasan dan keterangan tentang ajaran agama islam.
Sebenarnya tugas wanita  adalah mendidik anaknya dengan baik. Namun wanita boleh bekerja namunada syarat-syaratnya yakni :
  • 1.    Tidak meniggalkan kewajibanya sebagai seorang wanita rmah tangganya jika ia sudah menikah.
  • 2.      Mendapat ijin dari suami atau orang tuanya
  • 3.      Keluar rumah dengan menjaga aurat dan mejaga pandangan
  • 4.      Tidah berhias berlebih-lebihan saat bekerja agar tidak menarik nafsu
  • 5.      Tidakmendesah-desahkan suara

Sehingga kesimpulanya wanita lebih baik di rumah namunwaita dapat bekerja di luar rumah sengan syarat-syarat yang terpenuhi. Dan dalam keadaan yang mendukung untuk bekerja, serta bekerja pada pekerjaan  yang   halal.


HUKUM IQOB MENGUNAKAN UANG

Ditulis Oleh : Suci Fauji Astuti (Research Departement)
            Denda dalam bahasa arab di sebut gharamah, sedangkan dalam bahasa Indonesia denda memiliki arti hukuman yang berupa keharusan membayar dalam bentuk uang (karena melanggar aturan, hukum, undang-undang dan sebagainya). Denda diberlakukan ketika seseorang melanggar suatu aturan yang telah diterapkan dengan tujuan untuk menerapkan suatu kedisiplinan sehingga diharapkan setiap orang menaati peraturan yang ada.
            Sistem denda tidak hanya berlaku dalam kalangan masyarakat umum, tetapi berlaku juga dalam lingkungan kampus. Di lingkungan kampus, banyak kepanitiaan yang sering diadakan oleh BEM, UKM, BEM Fakultas, UKM Fakultas dan HIMA. Dalam kepanitiaan yang diadakan oleh BEM, UKM, dan HIMA sering kali diterapkan sistem denda menggunakan uang.
            Uang hasil denda dalam kepanitiaan tersebut digunakan untuk keberlangsungan acara kepanitiaan itu sendiri sebagai dana tambahan dari dana yang dicari. Kebanyakan kepanitian di lingkungan kampus tidak memikirkan apakah hukum denda memakai uang itu diperbolehkan oleh syariat atau tidak. Dibalik adanya sistem denda yang diterapkan terdapat suatu hukum akan haram dan tidaknya suatu denda.
            Hukum denda menggunakan uang sama dengan judi karena ada pihak yang dirugikan jika menggunakan iqob seperti itu. Diantara syarat sebuah perjudian adalah adanya pertaruhan harta antara dua belah pihak atau lebih, baik dengan cara undian ataupun sesuatu yang dilombakan, kemudian yang menang akan mengambil harta dari pihak yang kalah akan keilangan uangnya.
            Syarat tersebut apabila terjadi pada suatu kesepakatan meski dengan tujuan dan niat yang baik maka hukumnya adalah terlarang karena mengandung unsur judi, meskipun kedua belah pihak merasa rela dan ridha. Namun berbeda hal jika, seandainya hadiah harta itu bukan dari keduanya, tapi hanya dari satu orang di antara mereka, hukumnya bukan judi. Juga seandainya harta hadiah itu berasal dari orang lain yang tidak ikut lomba, maka unsur judinya akan hilang. Yang membuatnya menjadi judi adalah bisa sumber hadiah itu berasal dari masing-masing mereka. Yang juga akan membuat transaksi itu keluar dari kriteria perjudian adalah seandainya yang dijadikan pertaruhan itu bukan harta, tetapi bentuk lainnya. Misalnya, siapa yang terlambat masuk ke kelas, maka dihukum melakukan push-up, atau berdiri di depan kelas, atau menghafal juz amma.
            Satu unsur lagi yang membuat denda menggunakan uang menjadi terlarang, yaitu ketika uang hasil denda tersebut digunakan untuk kepentingan para anggota lainnya maka sempurnalah semua syarat perjudiannya dan haram hukumnya jika iqob menggunakan uang.
            Niat baik untuk mendisiplinkan orang adalah suatu hal yang bagus. Akan tetapi, ketika niat tersebut mengandung banyak kemahdhorotan yang tidak akan di ridhoi oleh Allah SWT untuk apa kita menjalankkannya, karena jelas bukan ridho Allah SWT yang akan didapat melainkan hanya dapat mengandung murkanya.


POTENSI EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA

Ditulis Oleh : Triya A. (Research Departement)
Ekonomi syariah merupakan sebuah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi sesuai dengan ketentuan dan syariat Islam. Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan ekonomi syariah bergerak secara positif umumnya di dunia global dan khususnya di Indonesia. Indonesia sangat berpotensi untuk menerapkan sistem ekonomi syariah pada kegiatan-kegiatan perekonomiannya. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya lembaga keuangan syariah di Indonesia.
Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia dimulai sejak tahun 90-an. Ditandai dengan munculnya perbankan berbasis syariah kemudian asuransi syariah hingga saat ini terdapat pegadaian syariah. Riba yang melekat pada lembaga keuangan konvensional dapat dihindari dengan penggunaan lembaga keuangan syariah. Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pengembalian suatu pinjaman. Riba sendiri dinilai merugikan atau memberatkan  salah satu pihak yakni peminjam.
Pemerintah Indonesia saat ini mulai lebih memperhatikan ekonomi syariah di Indonesia. Pemerintah melaui Bank Indonesia berpendapat bahwa ekonomi syariah dapat menjadi solusi dari ketidakstabilan keadaan ekonomi yang terjadi. Belum lama ini, BI meluncurkan surat utang syariah atau sukuk berbasis wakaf tunai (Waqf Linked Sukuk). Sukuk sendiri merupakan obligasi yang sesuai dengan syariah. Surat utang ini akan akan menyerap dana wakaf dari perorangan hingga institusi domestik maupun luar negeri. Singkatnya , waqf linked sukuk merupakan sukuk yang diterbitkan dalam rangka membangun infrastruktur di atas tanah wakaf
Didukung dengan warga negara yang mayoritasnya muslim, pemerintah yakin bahwa sistem ekonomi dan keuangan syariah kedepannya dapat menjadi salah satu sumber alternatif pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan. Tak hanya merasa yakin, pemerintah juga memberikan aksi nyatanya dengan membahas mengenai ekonomi syariah  pada pertemuan hari terakhir  International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meetings 2018 . IMF-World Bank merupakan pertemuan tahunan terbesar dalam bidang ekonomi dan keuangan yang pesertanya hampir 35.000 orang .

Ada beberapa hal  yang harus diperhatikan pemerintah Indonesia  ketika ingin mengembangkan potensi ekonomi syariah lebih lanjut lagi. Diantaranya adalah masalah komitmen dan edukasi mengenai ekonomi syariah sendiri. Meskipun mayoritas warga negara Indonesia adalah muslim, tetapi belum semuanya paham betul mengenai sistem ekonomi syariah ini. Komitmen juga sangat diperlukan untuk mendukung program-program berbasis syariah yang akan diterapkan untuk membantu pembiayaan pembangunan nantinya. 

Kamis, 18 Oktober 2018

REVIEW MATERI RDC Penerapan Dinar dan Stabilitas Ekonomi: Pendekatan Vector Autoregression Pemateri : Dian Purnomo Jati, S.E., M.Sc. Disusun Kembali Oleh Masfufah (Research Departement)

Abstrak
Penggunaan uang fiat dalam transaksi menjadikan ekonomi tidak stabil. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan adanya sebuah sistem moneter yang ditopang oleh sebuah mata uang yang stabil. Penelitian ini akan mencoba melihat pengaruh penerapan mata uang emas (dinar) terhadap stabilitas ekonomi di Indonesia. Teknik analisis  yang  dipergunakan  ialah  model  koreksi  kesalahan.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa variabel nilai  tukar  rupiah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun variabel dinar justru berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, penerapan dinar tidak memberikan dampak terhadap peningkatan inflasi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan dinar akan menjadikan perekonomian relatif lebih stabil.
Kata Kunci: Dinar, Stabilitas Ekonomi, Model Koreksi Kesalahan
Pendahuluan
·         Fungsi uang
·         Fiat money
·         Uang Dinar
·         Sistem moneter berbasis uang Dinar
·         Implementasinya di Indonesia
The Four Jobs of Money
·         Medium of exchange
·         Standard of value
·         Store of value
·         Standard of deferred payment
A good medium of exchange
·         Must be easily standardized
·         Must be widely accepted
·         Must be divisible
·         Must be easy to carry
·         Must not deteriorate quickly
Pertanyaan Riset
·         Apakah penerapan dinar dalam sistem moneter akan mampu memberikan kestabilan ekonomi?
·         Jika dibandingkan dengan mata uang rupiah, manakah diantara keduanya yang relatif memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi suatu Negara?
·         Secara detail, bagaimanakah  dampak  kurs  rupiah  (uang  fiat)  dan  mata  uang  emas  (dinar) terhadap kedua variabel makro tersebut?
Metode Penelitian
  1. Data
·         Data sekunder berupa time series yang didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS).Data-data tersebut adalah nilai
·         Produk Domestik Bruto (PDB) dan nilai inflasi sebagai proksi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, dan data harga emas per gram dalam rupiah sebagai proksi variabel dinar. Sementara data nilai tukar kurs rupiah atas dolar Amerika diunduh dari Statistika Ekonomi dan Keuangan Indonesia pada Bank Indonesia (SEKI-BI).
  1. Analisis Vector Autoregression (VAR)
  2. Vector Error Correction Model (VECM)
Vector Autoregression











Hasil dan Pembahasan
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada yang stasioner dan ada pulayang tidak stasioner pada tingkat level. Setelah dilakukan first difference barulah semuadata stasioner pada taraf nyata lima persen. Artinya data yang digunakan pada penelitian ini terintegrasi pada ordo satu atau dapat disingkat menjadi I(1). Variabel yang telah stasioner pada tingkat level adalah nilai inflasi (LNINF). Sementara yang lain baru mengalami stasioner pada  first difference.
Gambar 1 yang merupakan gambaran respon PDB terhadap guncangan beberapa variabel KURS dan GOLD, kita dapat mencermati bahwa PDB merespon negatif 0.004 persen terhadap guncangan variabel KURS (nilai mata uang rupiah) sebesar satu standar deviasi.
Sedangkan guncangan pada variabel GOLD (nilai emas sebagai proksi variabel dinar) direspon positif dan permanen oleh PDB. Produk domestic bruto sebagai variabel inti pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dapat dikatakan stabil dalam merespon guncangan KURS setelah periode ke-7, sementara PDB mulai stabil dalam merespon guncangan GOLD pada periode ke-11 dengan respon sebesar 0.007 persen.
Gambar 2 merupakan gambaran respon INF (nilai inflasi) terhadap guncangan beberapa variabel KURS dan GOLD, kita dapat mencermati bahwa inflasi merespon positif 0.001 persen terhadap guncangan variabel KURS (nilai mata uang rupiah) sebesar satu standar deviasi.
Sedangkan guncangan pada variabel GOLD (nilai emas sebagai proksi variabel dinar) direspon negatif dan permanen oleh INF. Variabel inflasi sebagai indikasi stabilitas ekonomi dari sisi harga dapat dikatakan stabil dalam merespon guncangan KURS setelah periode ke-6, sementara INF mulai stabil dalam merespon guncangan GOLD pada periode ke-11 dengan responsebesar 0.001 persen. Berikut di bawah ini adalah hasil impulse response function untuk respon inflasi terhadap variabel KURS dan GOLD.
·         Pertama, Variabel KURS sebagai proksi dari nilai tukar rupiah berpengaruh negative terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia. Artinya, fluktuasi nilai tukar pada faktanya memang berdampak negative terhadap pertumbuhan  ekonomi  secara  umum.  Semakin  vulnerable  nilai  tukar  rupiah terutama terhadap dolar, semakin tidak stabil pula pertumbuhan ekonomi yang di dapat.
·         Kedua, berbeda dengan KURS, variabel GOLD yang merupakan proksi dari penerapan dinar (emas) sebagai mata uang, ternyata berpengaruh positif terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia. Artinya, penerapan dinar sebagai mata uang yang notabene relatif stabil (bahkan naik), akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara umum. Emas yang relatif stabil dan tidak vulnerable, akan mampu memberi dampak positif terhadap perekonomian.
·         Ketiga, dari perspektif harga-harga barang, variabel KURS berpengaruh positif terhadap tingkat inflasi Indonesia. Artinya, fluktuasi nilai tukar akan berdampak pada meningkatnya tingkat harga secara umum (inflasi). Saat rupiah terdepresiasi,  tekanan  inflasi  di  dalam  negeri  akan  meningkat  sehingga  akan mendorong indeks harga konsumen atas barang-barang pokok menjadi naik. Oleh karenanya, penggunaan rupiah yang sangat fluktuatif karena adanya perbedaan intrinsic dan ekstrinsik mata uang menyebabkan ketidakstabilan ekonomi secara umum.
·         Keempat, berkebalikan dengan hasil KURS, variabel GOLD berpengaruh negatif terhadap tingkat inflasi Indonesia. Artinya, penggunaan mata uang emas terbukti tidak menyumbang inflasi tapi justru sebagai penahan atau pengendali inflasi. Mengapa hal ini terjadi? Salah satu alasan utamanya adalah karena nilai emas justru lebih stabil dan berada di atas angka inflasi itu sendiri. Temuan ini juga sesuai dengan hasil penelitian Pujiyono (2004), Mursid dan Muklisin (2013, dan Harahap (2014) yang merekomendasikan bahwa dinar emas dapat menjadi nilai tukar alternatif.
Simpulan
  • Berdasarkan  hasil  penelitian  yang  telah  dilakukan  mengenai  pengaruh penerapan  mata  uang  dinar  terhadap  stabilitas  ekonomi  suatu  negara,  maka diperoleh beberapa       kesimpulan, yakni:      
    1. PDB merespon negatif terhadap guncangan variabel Kurs, sedangkan guncangan pada variabel Gold direspon positif;
    2. Inflasi merespon positif terhadap guncangan variabel Kurs, sedangkan guncangan pada variabel Gold direspon negatif dan permanen oleh INF.
  • Penerapan dinar sebagai mata uang yang notabene relatif stabil (bahkan naik), akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara umum. Emas yang relatif stabil dan tidak vulnerable, akan mampu memberi dampak positif terhadap perekonomian.Dari  perspektif  harga-harga  barang,  variabel  Kurs  berpengaruh positif  terhadap  tingkat  inflasi  Indonesia.  Artinya,  fluktuasi  nilai  tukar  akan berdampak pada meningkatnya tingkat harga secara umum (inflasi). Saat rupiah terdepresiasi,  tekanan  inflasi  di  dalam  negeri  akan  meningkat  sehingga  akan mendorong  indeks  harga  konsumen  atas  barang-barang  pokok  menjadi  naik.
  • Variabel  Gold  berpengaruh  negatif  terhadap  tingkat  inflasi  Indonesia.  Artinya, penggunaan mata uang emas terbukti tidak menyumbang inflasi tapi justru sebagai penahan atau pengendali inflasi. Nilai emas justru lebih stabil dan berada di atas angka inflasi itu sendiri.

SUMBER PUSTAKA
Rusydiana, Aam Slamet. 2017. “Penerapan Dinar dan Stabilitas Ekonomi :
Pendekatan Vector Auto Regression”. Ikonomika : Journal of Islamic Economics and Business. Volume 2, Nomor 1 : 63-74.