Pengurus Fosei Periode 2015

Ekonom Rabbani ....BISA!!!.

Kamis, 02 Maret 2017

KEGADUHAN KONTRAK FREEPORT

Kontributor : Abdullah-Pengurus FOSEI 2017

Kegaduhan yang terjadi antara pemerintah indonesia dan freport dipicu lantaran kewajiban freport  untuk mengubah status kontrak karya ( KK ) menjadi izin usaha pertambangan khusus ( IUPK ).  Freport masih enggan menerima status IUPK yang ditawarkan pemerintah. Freport menilai pemerintah indonesia telah memutuskan kontrak karya ( KK )yang ditandatangani pata tahun 1991 secara sepihak, dengan mengubah statusnya menjadi  izin usaha pertambangan khusus ( IUPK ) .  Sebetulnya bila kita telusuri freport sendiri hingga hari ini belum memenuhi kewajibannya untuk membangun smelter yang jatuh tempo pada tahun 2014  lalu. Freport dan beberapa korporasi pemegang KK pada waktu itu meminta perpanjangan waktu karena  dirasa belum siap untuk membangun smelter.
Pemeintah melalui kementrian ESDM mengabulkan permintaan tersebut melalui penerbitan peraturan menteri ESDM No. 1 tahun 2014, yang merupakan tuunan dari PP No.1 tahun 2014. Dengan memberikan tenggang waktu hingga 2017 . akan tetapi, hingga batas waktu yang telah ditetapkan berkahir. Freport belum juga menunaikan kewajibanya, dengan dalih ingin meminta kepastian perpanjangan kontrak setelah 2021 agar smelter yang dibangun tidak sia-sia. Seperti kita ketahui kontrak freport akan habis pada tahun 2021.
Demi mengatasi permasalahan tersebut, presiden joko widodo menerbitkan peraturan pemerintah (PP ) No 1 thun 2017. Aturan ini mewajibkan perusahaan pemegang KK mengubah status kontaknya menjadi IUPK jika ingin mengekspor konsentrat. Kesempatan ini diberikan selama lima tahun hingga pemabngunan smelter rampung.
 Dengan terbitnya PP tersebut Manajemen freport  sendiri, bersedia mengubah  kontrak karya (KK) menjadi  izin usaha pertambngan khusus (IUPK).  dengan catatan tetap memproleh hak-hak yang sama seperti diatur dalam kontrak karya. Adapun kewajiban fiskal yang harus ditanggung pemegang KK terbatas pada royalti, pajak penghasilan badan, iuran tetap, PBB, dan pajak daerah. Adapun pemegang IUPK selain menanggung kewajiban diatas juga pelu membayar pajak pertambahan Nilai ( PPN ) , retribusi daerah dan pungutan lain. Keberatan lain dari manajemen freport adalah kewajiban divestasi 51% saham setelah lima tahun.
Berbagai ancamanpun dikeluarkan oleh PT.freport untuk menekan pemerintah Indonesia, dari akan melakukan PHK besar-besaran dan membawa masalah ini ke badan arbitrase Internasional.
Jika kita melihat sepak terjang PT. freport selama ini , freport sendiri telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1967 artinya freport sudah melakukan exploitasi tambang emas selama kurang lebih hampir 50 tahun. Selama itu pula freport menguras habis cadngan semas ditanah papua.  Seperti kita ketahui Tambang Grasberg (Freeport-McMoRan Cooper & Gold) di Papua merupakan tambang emas terbesar didunia yang menyumbangkan sebagian besar simpanan emas AS. (m.liputan6.com). Sedangkan keuntungan yang diperoleh indonesia boleh dibilang sangat kecil tercatat , Royalti yang dibayarkan PT.Freeport  sejak tahun 1967-2014 untuk tembaga: 1.5% emas: 1%. Meski dikabarkan PT Freeport telah sepakat untuk menaikkan royalti menjadi 4% untuk tembaga dan 3.5% emas (migasnews.co), royalti yang diberikan kepada Indonesia jauh di bawah nilai minimum yang berlaku di dunia saat ini, yaitu sebesar 7%.  . Sungguh tidak masuk akal bukan melihat royalty yang besarnya kurang dari zakat 2,5% tersebut.  Kemudian kita melihat sumbangsih PTFI  kepada Indonesia dalam APBN, ternyata total pajak yang dibayar PT. Freport hanya sebesar US$ 192jt (US Securities and Exchange Comission) atau setara dengan Rp 2,6 Triliun, sedangkan 1.7% APBN 2014 adalah sebesar Rp 28.3 Triliun. Jadi pajak tersebut hanya menyumbang 0.0015% APBN. Mungkin inilah wajah asli kapitalisme korporasi asing yang hanya beorientasi kepada keuntungan semata.
Lantas bagaimana islam memandang ?
•  Seorang sahabat pernah datang kepada Rasulullah saw, lalu meminta (tambang) garam. Ibn al-Mutawakkil berkata, “(Maksudnya tambang) yang ada di Ma’rib.” Beliau kemudian memberikan tambang itu kepada dia. Ketika dia pergi, seseorang di majelis itu berkata (kepada Nabi saw.), “Apakah Anda tahu apa yang Anda berikan? Sesungguhnya Anda memberi dia (sesuatu laksana) air yang terus mengalir.” Ibn al-Mutawakkil berkata, “Rasul lalu menarik kembali (tambang itu) dari dia (Abyadh bin Hamal).” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi dan al-Baihaqi).
• “Kaum Muslimin berserikat dalam tiga hal, air, padang rumput dan api.” HR.Abu Dawud
Permasalahan PT Freeport adalah bukan dari berapa persen royalti untuk Indonesia, atau berapa persen sahamnya untuk pemerintah. Namun, masalahnya adalah kepemilikan tambang itu sendiri, sebenarnya milik siapakah Tambang Grasberg?
Islam menetapkan baik tambang atapun sumber daya alam lainya adalah milik umum dalam hal ini adalah rakyat indonesia. Demikian juga seperti bunyi pasal 33 ayat 3 UUD 1945 “ Bumi, Air,dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat sebesar-besarnya “.  Bila merujuk pada pasal ini dan Hadist diatas sudah jelas pemberian wewenang kepada freport untuk mengelola tambang adalah menyalahi Islam dan UU.  sudah semestinya Pemerintah harus berani mengambil sikap demi kepentingan rakyat Indonesia. Mungkin inilah momentum Pemerintah untuk mengambil alih tambang emas di bumi papua. Untuk itu Pemerintah harus cerdik dalam mengambil langkah, memutus kontrak dengan PT Freeport dan mengelolanya untuk kemaslahatan rakyat, memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi kemaslahan rakyat dan generasi mendatang . Karena sekali lagi “ tuan rumah tidak akan berunding dengan perampok yang merampok rumahnya” ( Tan Malaka ).

NB: diolah dari berbagai sumber

Senin, 14 Desember 2015

PERANAN KOPERASI SYARIAH (BMT) DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

Berkembangnya konsep ekonomi syariah di berbagai institusi keuangan mewarnai kehidupan perekonomian Indonesia. Salah satu institusi keuangan yang berkonsep ekonomi syariah adalah koperasi syariah atau Baitul Mal wa Tamwil (BMT). Koperasi syariah atau Baitul Mal wa Tamwil adalah sebuah badan usaha koperasi yang menggunakan prinsip syirkah mufawadhoh yang berkonsep pada ajaran dan nilai-nilai islam itu sendiri. Di dalam Alquran dijelaskan dalam QS Al-Maidah ayat 2 yaitu, “Dan bekerja samalah dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah saling bekerjasama dalam dosa dan permusuhan.” Sedangkan landasan hukumnya yaitu dilandasi oleh keputusan menteri (Kepmen) Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 91/Kep/M.KUKM/IX/2004 tanggal 10 September 2004 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan Syariah.

Adapun lingkup kegiatan BMT itu sendiri meliputi dua kegiatan yaitu baitul mal dan baitul tanwil. Baitul mal adalah lembaga keuangan yang kegiatan pokoknya menerima dan menyalurkan dana umat Islam yang berasal dari zakat, infaq, dan sodaqah. Sedangkan baitul tanwil adalah lembaga (institusi) keuangan umat Islam yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan/tabungan dan menyalurkan lewat pembiayaan usaha-usaha masyarakat yang produktif dan menguntungkan sesuai dengan sistem ekonomi syariah.

Sumber : bmtdt.blogspot.com
Dengan berdirinya BMT sebagai institusi keuangan yang berkonsep pada ekonomi islam, mempunyai peran yang signifikan dan strategis dalam membangun perekonomian Indonesia, khususnya pada mengentaskan kemiskinan umat dan mengurangi  pengangguran. Dalam kegiatan Baitul Mal, BMT dapat melakukannya dengan gerakan zakat, infaq, shodaqah dan wakaf. Hal ini merupakan keunggulan BMT dalam mengurangi kemiskinan. Dengan menggunakan dana ZISWAF ini, BMT menjalankan produk pinjaman kebijakan (qardhul hasan). Sehingga dapat mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin dan menciptakan pemerataan distribusi  pendapatan melalui dana ZISWAF tersebut. Dalam kegiatan baitul tamwil itu sendiri BMT dapat membantu masyarakat dalam hal pembiayaan usaha-usaha yang produktif sehingga mendorong kesempatan berusaha seluas-luasnya, yang pada akhirnya dapat menciptakan pengusaha dan lapangan kerja sekaligus. Sehingga masyarakat dapat menguasai produksi  dan pasar secara berkelanjutan tanpa tergantung pada pemerintah saja.


Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie pernah mengatakan, “Untuk membangun kekuatan ekonomi umat ditingkat bawah, diperlukan lahirnya lembaga-lembaga keuangan syariah. Karena itu pada tahun 2000 nanti, seyogianya bangsa Indonesia memiliki lebih dari 10.000 BMT di seluruh tanah air.” Maka dari itu diperlukan kerjasama yang baik antar masyarakat, mahasiswa dan pemerintah dalam seluruh komponen bangsa Indonesia dalam mengusahakan BMT agar perkembangannya dapat berkembang lebih baik, khususnya pemberdayaan ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan masyarakat. Serta dapat memberikan kontribusi yang lebih aktif dalam mengemban perekonomian umat bangsa Indonesia.

Oleh : Dewi Mustika Ratu (C1C015068)
Magang Research Departement 2015

KONSEP PEGADAIAN SYARIAH

Gadai syariah (rahn) adalah menahan salah satu harta milik nasabah (rahin) sebagai barang jaminan (marhun) atas utang atau pinjaman (marhun bih) yang diterimanya. Marhun tersebut memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, pihak yang menahan atau penerima gadai (murtahin) memperoleh jaminan untuk dapat mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya. Salah satu landasan yang dipakai dalam pegadaian syariah adalah Al-Quran Surat Al-Baqarah : 283

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpihutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendakalh yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertkwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Diriwayatkan dalam suatu hadist, Aisyah berkata bahwa Rasul bersabda : Rasulullah membeli makanan dari seorang yahudi dan meminjamkan kepadanya baju besi. HR Bukhari dan Muslim.
Sumber : www.harianterbit.com

Mekanisme operasional Pegadaian Syariah dapat digambarkan sebagai berikut : akad rahn, nasabah menyerahkan barang bergerak dan kemudian Pegadaian menyimpan dan merawatnya di tempat yang telah disediakan oleh Pegadaian. Akibat yang timbul dari proses penyimpanan adalah timbulnya biaya-biaya yang meliputi nilai investasi tempat penyimpanan, biaya perawatan dan keseluruhan proses kegiatannya. Atas dasar ini dibenarkan bagi Pegadaian mengenakan biaya sewa kepada nasabah sesuai jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak. Pegadaian Syariah akan memperoleh keuntungan hanya dari bea sewa tempat yang dipungut bukan tambahan berupa bunga atau sewa modal yang diperhitungkan dari uang pinjaman.

Jika nasabah sudah tidak mampu melunasi hutang  atau hanya membayar jasa simpan, maka Pegadaian Syariah melakukan eksekusi barang jaminan dengan cara dijual dengan ijin nasabah, selisih antara nilai penjualan dengan pokok pinjaman, jasa simpan dan pajak merupakan uang kelebihan yang menjadi hak nasabah. Nasabah diberi kesempatan selama satu tahun untuk mengambil uang kelebihan, dan jika dalam satu tahun ternyata nasabah tidak mengambil uang tersebut, Pegadaian Syariah akan menyerahkan uang kelebihan kepada Badan Amil Zakat sebagai ZIS.

Pembiayaan kegiatan dan pendanaan bagi nasabah harus diperoleh dari sumber yang benar-benar terbebas dari unsur riba. Dalam hal ini, seluruh kegiatan Pegadaian Syariah termasuk dana yang kemudian disalurkan kepada nasabah, murni berasal dari modal sendiri ditambah dana pihak ketiga dari sumber  yang dapat dipertanggungjawabkan.


Dari uraian ini dapat dicermati perbedaan yang cukup mendasar dari teknik transaksi Pegadaian Syariah dibandingkan dengan pegadaian konvensional, yaitu : (1) Di pegadaian konvensional, tambahan yang harus dibayar oleh nasabah yang disebut sewa modal, dihitung dari nilai pinjaman. (2) Pegadaian konvensional  hanya melakukan satu akad perjanjian : hutang piutang dengan jaminan barang bergerak yang jika ditinjau dari aspek hukum konvensional, keberadaan barang jaminan dalam gadai bersifat acessoir, sehingga Pegadaian konvensional bisa tidak melakukan penahanan barang jaminan atau dengan kata lain melakukan praktik fidusia. Berbeda dengan Pegadaian Syariah yang mensyaratkan secara mutlak keberadaan barang jaminan untuk membenarkan penarikan bea jasa simpan.

Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktik, Jakarta, Gema Insani Press, 2001, hal.128

Minggu, 13 Desember 2015

WACANA IMPOR SAPI BUNTING, HALAL GAK SIH?

          Muamalah, termasuk di dalamnya prinsip jual beli, hukum asal: hukumnya boleh selama tidak ada dalil yang melarang. Ada unsur gharar: benda yang diperjualbelikan tidak jelas keberadaannya termasuk membeli janin yang masih di dalam perut.

Yang disepakati para ulama:
  1. Membeli janinnya yang masih dalam perut hewan tersebut (haram).
  2. Membeli induknya walaupun di dalam perutnya ada janin, dengan catatan harganya tidak dinaikkan (boleh)
  3. Membeli induk hewan yang di dalam perutnya ada janin, harganya dinaikkan, ada khilafiah perbedaan pendapat.


Menurut Ulama Syafi’iyah, yang ke-3 hukumnya boleh dan sebagian yang lain mengatakan tidak sah (jual belinya) hukumnya haram.

Persoalan: hanya membahas hukum normatif (jual beli/transaksi) memunculkan perbedaan pendapat dan kita harus toleran dalam khilafiah.

sumber : http://www.liputan6.com/
Jika tujuannya untuk menambah populasi maka anggaran akan terbuang percuma, jika ada unsur ghararnya yaitu tidak tercapainya maqashid (jual belinya), karena belum tentu janin tersebut akan lahir dengan selamat dan juga belum diketahui apakah yang lahir nantinya jantan atau betina. Jika tujuannya untuk menambah populasi, namun yang lahir kebanyakan jantan, maka niscaya akan merugikan rakyat serta anggaran biaya terbuang percuma.

Jika niatnya untuk indukan/ pengembangbiakan populasi, maka sebaiknya harus diperhatikan dahulu apakah bisa untuk dikembangbiakkan atau tidak sehingga tidak menyia-nyiakan uang rakyat.

Mengenai harga diserahkan pada pelaku pasar. Namun pemerintah harus tetap mengawasi. Sedangkan jika membeli hanya untuk sekali beli dan tidak dengan tujuan untuk mengembangbiakkannya maka tidak apa-apa.

~waAllahu a’lam~

Pembicara 1: Imam Munsyarif, S.Sos
Pembicara 2: Ust. Darussalam Lc.



FEB Unsoed B202, Kamis 5 November 2015

INFLASI DALAM NEGERI SAMBUT BULAN SUCI

       Inflasi adalah kenaikan harga barang-barang agegrat yang terjadi secara terus menerus.
Beberapa penyebab inflasi antar lain adalah:

~          Demand Pull Inflation : adalah inflasi yang disebabkan oleh peningkatan permintaan suatu barang                                                      disaat penawaran tetap.
~          Cost Push Inflation : adalah inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi.
~          Imported Inflation : adalah inflasi yang disebabkan oleh kenaikan barang-barang impor, terutama                                                 bahan baku produksi.

Pertanyaannya adalah kenapa setiap menjelang bulan Romadhon harga-harga barang kebutuhan pokok merangkak naik? Sebenarnya kenaikan harga di bulan romadhon adalah lebih disebabkan oleh kenaikan permintaan yang hal itu akan mendorong terjadinya kenaikan barang yang diproduksi. Sehingga, dengan meningkatnya penawaran agegrat maka harga-harga pun akan meningkat pula.

sumber : http://www.sindonews.net
Namun, bulan romadhon jangan sampai diidentifikasikan sebagai faktor penyebab inflasi. Pada kenyataanya romadhon justru akan menggerakkan sendi-sendi perekonomian negara. Hal itu dapat dibuktikan yaitu pada saat bulan romadhon, sudah dipastikan akan muncul pedagang-pedagang baru yang menjual aneka barang kebutuhan selama di bulan romadhon. Misalnya, munculnya pedagang yang menjual kurma, takjil, dan sebagainya. Maka transaksi akan meningkat dan peredaran uang akan semakin cepat pula. sehingga hal itu akan menyebabkan efek multiplier.

Teori kuantitas:  M.V=P.T
Keterangan: M : Jumlah barang yang beredar
V : Kecepatan peredaran uang
P : Harga
T : Trade / jumlah output
Kecepatan peredaran uang dapat dijadikan sebagai indikator kesejahteraan suatu daerah. Semakin cepat terjadinya peredaran uang maka daerah tersebut akan semakin maju.

Bagaimana Ekonomi Islam memandang masalah ini?
       Romadhon dapat dijadikan sebagai momen untuk mengatur pola konsumsi.
Konsep Konsumsi Secara Islami

Secara umum didefinisikan dengan penggunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Perbedaan mendasar dalam konsumsi Islam adalah: jenis yang dikonsumsi, tujuan pencapaian, dan cara pencapaian tujuan harus sesuai syariah islamiyah.

Tujuan Ekonomi Islam:
l  Ibadah (A’abdu, khalifah,al maut)
l  Muamalah (Antarodim minkum, fastabiqul khairot, antum a’lamu bi umuuri dunyakum/ hadist)
l  Maqashid as syariah (dien, nafs, nasl, maal, aql)

Dari tujuan-tujuan tersebut, bahwa romadhon dapat dijadikan sebagai waktu dan kesempatan yang tepat untuk beribadah sebaik mungkin, dan sebagai momen untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairot). Mengingat bahwa bulan romadhon adalah bulan yang penuh berkah.



Education FoSEI feat Syiar Gamais
Pendopo Fakultas Pertanian Unsoed

Senin, 15 Juni 2015

Kamis, 21 Mei 2015

Indonesia Made in China

Kajian Nocafe kali ini Departemen Edukasi mengangkat beberapa isu yang sedang hangat, diantaranya :

·           Fokus Perhatian Jokowi Ke Tiongkok
Kunjungan Presiden ke Tiongkok dilaksanakan tanggal 28 Maret 2015 yang merupakan kunjungan kedua dalam 6 bulan pemerintahan. Pertemuan kali ini dalam ajang tahunan Boau Forum for Asia (BFA) yang juga peringatan 65 tahun hubungan diplomatik, 10 tahun kemitraan strategis dan 60 tahun pembukaan KAA di Bandung. Tugas/misi apa yang akan dilakukan Jokowi dalam kunjungan kali ini?

Pertama, Jokowi terkesan akan kereta api tercepat di Tiongkok, ia menginginkakn Indonesia berkemajuan seperti itu (pesat).

Kedua, adanya peluang baru kerja sama di bidang investasi dan perdagangan dengan Tiongkok, Jokowi berharap adanya investasi di bidang infrastruktur karena merupakan tujuan utama pemerintahan tetapi selalu berjalan lamban, ia menginginkan alokasi infrastruktur sebesar US$ 22,3 M yang merupakan anggaran tertinggi dalam sejarah.

Ketiga, Jokowi berharap Tiongkok mau berinvestasi di Indonesia di bidang jalan raya, rel kereta, pelistrikan dan pelabuhan. Keempat, gagasan Xi Pinjing mengenai Jalan Sutra laut abad 21 memiliki titik singgung dengan usulan Jokowi yaitu poros maritim Indonesia. Ia mengatakan bahwa ini akan membuahkan hasil yang luar biasa apabila keduanya saling mendukung.

·           Pengusaha Tiongkok Usul Pembentukan Desk China di Indonesia
Pada tanggal 18 Desember 2014 sudah dilaksanakan China-Indonesia Investment and Trade Seminar yang dimaksudkan untuk mempromosikan peluang investasi dan perdagangan di Indonesia. Poros maritim dunia yang digagas Presiden Joko Widodo sudah disepakati pada pertemuan bilateral 9 November 2014 lalu. Dubes RI juga menyampaikan tekad pemerintah Indonesia menambah kapasitas listrik 35.000 Megawatt.

Hal ini membuka peluang bagi investor Tiongkok yang bergerak disektor energi. Potensi investasi terbuka lebar seiring dengan rencana Kemenko Perekonomian yang akan membuat tim khusus untuk memfasilitasi investasi swasta. Pemerintah Indonesia memberikan kemudahan bagi investor asing dalam hal memfasilitasi diantaranya pembentukan One Stop Service di BKPM dan pendaftaran permintaan izin secara online.

China desk di BKPM menurut investor diperlukan untuk memberikan panduan juga memfasilitasi investasi. Lebih lanjut mengenai perpanjangan izin kerja bagi tenaga asing guna memperlancar kegiatan. Pengusaha antusias untuk menanamkan modalnya di sektor favorit seperti infrastruktur, energi dan pertambangan.

·           KBRI Beijing dan Kabupaten Kulon Progo Dorong Investor Tiongkok Bangun Pusat Demonstrasi Pertanian
Hal ini ditujukan untuk pengembangan pertanian di Indonesia. Dalam hal ini dipilih Chengdu sebagai tempat promosi pertanian, mengingat kota tersebut berperan penting dalam pengembangan industri pertanian terbesar: padi, sayur, buah, ternak, teh hijau, jamur, tanaman herbal, ikan air tawar dan bambu. Dikembangkan pula pertanian berwawasan lingkungan dan wisata pertanian. Dengan mekanisasi pertanian yang efektif dan efisien, para investor diharapkan dapat menanamkan modalnya dan kerja sama dalam pengembangan mekanisasi pertanian di Indonesia. Sekda Kulon Progo mengharapkan investor Chengdu berinvestasi di Kolon Progo dengan pembangunan Agricultural Demonstration Center (ADC) senilai US$ 5 juta. Pihaknya akan menyediakan lahan pertanian seluas 30 hektar, proses perumusan, penyiapan SDM, pendirian Balai Penyuluhan Pertanian dan pembangunan infrastruktur pertanian berupa irigasi dan jalan pertanian. Dalam pertemuan business to business, sejumlah produsen permesinan sudah menyatakan minatnya untuk bekerjasama dengan akan mengirimkan wakilnya untuk mengetahui potensi apa yang ditawarkan.

Dari artikel di atas, para staff departemen edukasi mengutarakan beberapa gagasan, yaitu :

1.    FAUZI ZAKARIYA
ü Lebih menggarap teknologi, lebih mengandalkan teknologi di Jerman dan Jepang.
ü Dana yang diberikan mengancam kedaulatan.
ü Barang-barang yang diperdagangkan mengancam daya saing lokal.

2.    MANISAH
ü Sangat baik, menciptakan pertumbuhan ekonomi. Arus ekonomi akan meningkat.
ü Mengantisipasi transaksi mengingat sistem ekonomi.
ü Dipikirkan kembali mengenai pendampingan UMKM.
ü Dari pertanian dapat meningkatkan swasembada, tapi perlu diperhatikan perbedaan proses pertaniannya.

3.    FITRIANISALAMAH
ü Anggaran sebesar ini (lagi perusahaan swasta) uangnya dari mana untuk infrastruktur.
ü Indonesia sah kapitalis, karena meminimalisir peran pemerintah dan mengutamakan perusahaan bermodal tinggi.
ü Vietnam tercengang dengan harga beras Indonesia.
ü Pencabutan subsidi BBM mempengaruhi harga-harga dan kesejahteraan seperti kesehatan.
ü Perdagangan ini lebih menguntungkan China, meleluasakan China mengakibatkan mengalihkan kekuasaan.

ü Masalah investasi perlu diperhatikan sisi positif dan negatif apakah mendzalimi atau tidak.
ü Pertanian Indonesia jangan mau kalah dengan China.
ü Infrastruktur perlu diperhatikan, jangan sampai menambah hutang. Investasi perlu kesepakatan.

5.    IRHAS


ü Investasi infrastruktur = setuju apabila membebani tabungan, investasi dalam negeri lebih baik pada bidang produktif sedangkan infrastruktur perlu dari luar.
ü Melihat kesiapan dalam negeri, apakah kita sudah cukup tangguh?
ü Investasi dibidang energi tidak setuju. Sedangkan dalam hal lain yang membangkitkan energi setuju air di laut Jawa, panas bumi di Kalimantan.
ü Mempermudah SDM sesuai hadist Rasulullah, tapi jangan sampai melengserkan SDM lokal, tapi SDM dalam negeri perlu pendampingan.
ü Investasi dibidang teknologi pertanian China tidak setuju perlu disayangkan, tapi coba manfaatkan teknologi pertanian lokal.
ü Perpindahan SDM China meresahkan pasar karena permintaan daging babi.

ü Vietnam swasembada, sehingga harga murah. Di Indonesia kekurangan barang.

Pertamina, Jadilah Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Indonesia memasuki urutan ke-25 mengenai potensi minyak terbesar dengan cadangan minyak sebesar 4,4 miliar barrel. Selain itu juga berada di urutan ke-21 sebagai penghasil minyak mentah terbesar di dunia yakni sebanyak satu juta barrel per hari. Indonesia juga menduduki urutan kedua pengekspor Liquefied Natural Gas (LNG) yaitu 29,6 bcf (biamoklorodifluorometana).

Sumber minyak bumi pertama ditemukan oleh seorang Belanda, yang  bernama A.G. Zeijiker di Telaga Tiga yang menjadi tonggak berdirinya SHELL (perusahaan minyak dari Netherland dan Telaga Said, dekat pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Sejak berdirinya SHELL bermunculanlah blok minyak yang lain, yaitu Ledok, Cepu, Riam Kiwa di Sanga-Sanga, Kalimantan, Sumatera Selatan di dekat muara enim.

Beberapa penghasil minyak (sumber minyak dan gas):

a.    Riau
Mampu menghasilkan 365.827 barrel per hari, dengan rincian minyak mentah sebanyak 359.777 (berasal dari kepulauan Natuna yang terdiri atas enam blok, yaitu Rokan, Montain Frant, Kuantan, SIAK, Coastal Plains dan Pekan Baru, Selat Malaka, Selat Panjang) dan kondensat 6.010 barrel per hari. Riau adalah penghasil minyak terbesar di Indonesia. SDA dikelola oleh Chevron, Petroselat, Bumi Siak Pusako, Pertamina, Kondus Petroleum, dan Pembangunan Riau.

b.    Irian Jaya Barat
Mampu menghasilkan 14.811 barell per hari, minyak mentah 8.234 barrel, kondensat 6.568 barrel. Dieksplokasi oleh Pertamina, Petrochina, dan Petroleum.

c.    Sumatera Selatan
Daerahnya adalah Rimau, Lematang, Pendopo Raja, Ogam Komering. Keempat daerah tersebut mampu menghasilkan hingga 30.718 barrel per hari (bph) dan kondensat 10.339 barrel. Semua blok disini dikelola oleh Pertamina, Medicu, Talisman, Conoco Philips.

d.    Jawa Timur
Mampu menghasilkan sebanyak 52.290 bph dan kondensat 326 barrel. Total 52.616 bph. Daerah penghasil minyaknya adalah Kangean, Tuban, Cepu, Biantas, Madura Barat, Gresik, Bawean. Sumber-sumber ini dikelola oleh Pertamina, Hess, Kodeco Energy, Kangean Energy, Total, Petrochina. Menurut data liputan 6, eksplorasi terbesar ada ditangan PT. Chevron Pacific, perusahaan asal Amerika masuk ke Indonesia tahun 1920. Chevron adalah penggabungan dari Standard Oil of California (bergabung tahun 1930, mereka banyak menemukan sumber minyak hingga Februari 2014 telah mengeksplor 308.528 bph.

PT. Pertamina ada di posisi kedua dengan jumlah penghasilan 113.152 bph. Pertamina menawarkan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dimana pertamina membeli minyak yang dieksplorasi perusahaan asing lalu diolah dari kilang-kilang milik Pertamina. Hal ini ternyata didukung juga oleh BP Migas, hanya saja belum ada regulasinya. Kilang minyak Pertamina memiliki kapasitas 1 juta barrel per hari. Hasil minyak KKKS yang dibeli adalah 3.500 bph.

Total minyak mentah yang diekspor KKKS mencapai 210.000 bph. Untuk kelahanan BBM Pertamina melakukan upgrading dan pembangunan kilang hingga 2018. Diharapkan dengan adanya kilang baru di Jawa Barat dan Jawa Timur (Balongan dan Tuban) dapat meningkatkan produksi BBM Nasional dan 40,6 juta kilo liter per tahun menjadi 66,7 juta kilo liter per tahun (2018).

Efisiensi yang telah berhasil dilakukan pemerintah dari kegiatan impor BBM untuk memenuhi kekurangan pasokan dalam negeri telah mendorong penghematan sekitar US$ 280 juta (2011).

Manfaat pembangunan kilang baru yaitu, mengurangi ketergantungan impor, menghemat devisa, stabilitas nilai tukar, memacu pertumbuhan industri domestic dan pasar tenaga kerja. Jika tidak ada pembangunan kilang baru, maka akan mengalami deficit 608.000 – 640.000 bph. Dana yang dibutuhkan untuk membangun kilang kapasitas 300.000 bph membutuhkan biaya sekitar 100 T.

Pertamina akan impor 300 juta barrel sepanjang tahun ini. 2015, porsi minyak yang diolah dalam kilang adalah 64% domestik dan 36% impor atau 306.000 bph.

Dari artikel di atas, staff-staff Departemen Edukasi mempunyai beberapa pendapat dan gagasan, antara lain :

“Jadilah Tuan rumah di rumah sendiri” itulah harapan bangsa Indonesia. Melihat Indonesia sebagai urutan 25 dari potensial minyak, angka ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Pertamina potensial pula sebagai tuan rumah di negeri sendiri.
Upaya menyelenggarakan produksi minyak domestic, sangat kami dukung sebagai upaya kemandirian, terlebih data menyebutkan apabila Indonesia tidak punya kilang sendiri akan deficit 608.000 barrel. Yang jadi pertanyaan adalah seberapa besar preferensi antara defisit yang akan diterima Indonesia dengan penghematan biaya apabila impor? Jika hasilnya lebih besar impor, sebagai penghematan biaya maka boleh saja masih impor. Tapi lebih mengharapkan tidak perlu impor.

Namun ketika Indonesia sudah punya kilang, karena pembuatan kilang itu sebadian dari investor dananya, maka sarannya jadilah investor terbesar diantara Negara lain. Agar bisa menjadi “tuan rumah”. Hal ini mungkin yang harus jadi perhatian pemerintah. Kapan Indonesia bisa memenuhi kebutuhan BBM dengan potensi minyaknya sendiri? Agar Indonesia benar-benar lebih dari sebagai Tuan Rumah. Tapi sebagai Negara yang mandiri.

2.    MANISAH
Urutan ke-25 potensi produksi minyak. Penghasil terbesar di Indonesia :
a.    Riau
b.    Irian Jaya Barat
c.    Sumatera Selatan
d.    Jawa Timur

Pembangunan kilang baru, 4,4 milyar barrel per hari, hal tersebut menunjukkan adanya efisiensi. Indonesia adalah negara penghasil minyak bumi, akan tetapi saat ini minyak bumi yang diproduksi oleh Indonesia tidak mencukupi kebutuhan konsumsi minyak penduduk Indonesia. Hal tersebut yang menyebabkan Pertamina diharuskan untuk mengimpor dari luar negeri. Mengenai pembangunan kilang minyak baru oleh Pertamina memang diharapkan akan mengurangi beberapa masalah produksi minyak bumi, namun pastinya akan timbul masalah baru, terutama pada lingkungan.

Seperti eksplorasi yang berlebihan pada alam. Untuk menangani masalah produksi minyak bumi yang kurang mencukupi tingkat kebutuhan konsumsi, peran Pertamina sangatlah penting. Setidaknya selain impor dari luar negeri, Indonesia akan lebih baik apabila menemukan sumber energi lain yang terbarukan. Karena masih adanya potensi SDA yang melimpah di Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber energi yang bermanfaat selain dari minyak. Untuk itu alangkah baiknya jika pihak pertamina berusaha untuk mencari alternatif sumber energi lain dengan mengadakan penelitian dan pengembangan. Namun, peran warga masyarakat Indonesia pun diperlukan yaitu dengan penghematan pada penggunaan kendaraan bermotor. Harus ada kerjasama antara Pertamina dengan masyarakat.


Indonesia ternyata memiliki potensi menghasilkan ekspor minyak yang besar, hal ini tentulah membanggakan kita semua. Namun sayang, dalam eksplorasi minyak mentah, kita masih membutuhkan bantuan bangsa lain, seperti Chevron yang dari Amerika, karena merekalebih berpengalaman dari kita, Pertamina. Jadi, inti masalahnya adalah profesionalisme Pertamina sendiri. Pertamina selama ini kurang dalam hal eksplorasi minyak mentahnya. Seandainya Pertamina memiliki profesionalisme yang sepadan dengan Chevron, tentu kita bisa menjadi eksportir minyak mentah yang besar. Menurut saya, seharusnya Pertamina melakukan transfer ilmu dari Chevron, karena mereka lebih profesional dalam hal perminyakan. Staff Pertamina harus dilatih, khusunya dalam masalah eksplorasi minyak.

Apabila sudah melakukan alih ilmu, langkah kita berikutnya adalah mencari lebih banyak lagi sumber minyak mentah di Indonesia. Mungkin saja daerah-daerah di Indonesia terdapat banyak kandungan-kandungan minyak mentah. Selain itu, kita juga harus secara berkala, mengurangi kontrak kerja sama dengan Chevron, sehingga lambat laun tetapi pasti, Pertamina pasti bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Kemudian kita juga harus membuat kilang-kilang minyak yang baru, untuk meningkatkan produktifitas. Tentu saja, untuk membuat kilang-kilang minyak tersebut, kita membutuhkan biaya. Oleh karena itu, tentu saja,sebelumnya kita harus mengekspor minyak mentah tersebut, dan juga harus mendistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia, sehingga Pertamina mampu memperoleh dana yang sepadan dengan pembuatan kilang-kilang minyak tersebut.

4.    IRHAS
ü Jangka pendek
40% minyak mentah Indonesia dari Chevron jika langsung di impor ke dalam negeri tentu dapat menghemat ongkos dan juga investasi teknologi pengolahan minyak mentah. Ditambah harga minyak mentah sedang murang.
ü Jangka panjang
·      Potensi minyak mentah 1,5 milyar barrel
·      Konsumsi minyak ± 300 juta barrel

Kita bisa menjadi mandiri BBM. History : Indonesia pernah menjadi kaya karena penjualan minyak mentah pada masa ORBA. Jika kita bisa mengolah potensi 1,5 milyar barrel itu menjadi BBM, kita bisa saving sekitar  1,2 mlyar barrel per tahun. Dari potensi saving itu kita bisa menjualnya berupa langsung maupun waralaba seperti SHELL total di negeri orang. Tentunya akan menambah devisa sekitar 67.680.000.000.000 dalam penjualan minyak mentahnya saja. Tapi ini masih perhitungan kotor dan juga minyak mentah ini diproduksi oleh Pertamina sendiri